Subak: karakteristik sosioagra

Nyepi: Jalankan Empat Pantanga

Pengrebongan: Menjaga Keharmon

Mengabdi Kejayaan Seni Tari

Tari Pendet dan Lelunakan

Ribuan Siswa SMA Se-Denpasar D

Arsip Seni Budaya

Kondisi Ekonomi

Dibaca : 255 Pengunjung

 
 KONDISI EKONOMI
 
   A.   Sektor Pertanian
    

Pembangunan Pertanian dan Kelautan di Kota Denpasar diarahkan pada pengembangan agribisnis serta mendukung kebijaksanaan ketahanan pangan, mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya periakanan baik perikanan darat dan perikanan laut serta pemanfaatan lahan pantai untuk budidaya perikanan laut. Berdasarkan pada potensi lahan pertanian dan kelautan yang ada untuk mencapai tersebut maka ditempuh melalui penerapan program intensifikasi dan diversifikasi usaha tani, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pendapatan petani/nelayanan melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya perikanan dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi ramah lingkungan. Luas lahan di Kota Denpasar sampai akhir Tahun 2009 seluas 12.728 Ha dengan rincian luas lahan sawah 2.717 Ha, luas lahan perkebunan 396 Ha dan luas lahan kering 7.831 Ha. Selama kurang lebih lima tahun terakhir ini luas lahan sawah berkurang sekitar 283 Ha. atau menyusut rata-rata tiap tahun sekitar 2,8 %. Menyusutnya lahan produktif karena adanya alih fungsi lahan mengakibatkan produksi pertanian menjadi menurun. Berbagai usaha telah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar untuk menghindari alih fungsi lahan diantaranya melalui lomba subak, dan membantu para petani dalam pembenihan melalui Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Denpasar. Produksi hasil pertanian padi pada tahun 2008 mencapai 32.152 ton sedangkan tahun 2009 naik menjadi 33.187 ton, produksi jagung pada tahun 2008 mencapai 14.445 ton sedangkan tahun 2009 mencapai 15.562 ton, produksi kedelai tahun 2008 mencapai 512 ton biji kering sedangkan tahun 2009 hanya 524 ton. Penyerapan tenaga kerja pada sektor pertanian tahun 2009 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu dari 8,56 % menjadi 8,89 %. Peningkatan penyerapan tenaga kerja ini mencerminkan bahwa tenaga kerja di Kota Denpasar mengarah kepada usaha pertanian dengan pola agrobisnis. Untuk holtikultura baik sayur-sayuran maupun buah-buahan, produksinya cendrung meningkat. 

Sub Sektor Perkebunan diarahkan pada program diversifikasi dan intensifikasi kebun-kebun rakyat seperti kebun kelapa rakyat dengan mengganti tanaman yang tua dan penanggulangan/pemberantasan hama kelapa dan pemanfaatan lahan-lahan yang kosong untuk ditanami kelapa unggul. Luas lahan perkebunan termasuk tanaman kayu-kayuan 396 Ha, sedangkan luas kawasan hutan di Kota Denpasar 734,50 Ha dengan rincian hutan alam 538 Ha dan hutan tanaman 75 Ha keseluruhannya merupakan hutan negara dan hutan rakyat. 

Sub sektor Peternakan pada tahun 2009 sebagian masih merupakan Peternakan Rakyat yang umumnya menghasilkan ternak hanya untuk dikonsumsi. Namun belakangan ini sudah mulai berkembang ke usaha bisnis dengan memelihara ternak unggas dan ayam untuk memenuhi kebutuhan akan protein hewani, tetapi dengan mewabahnya kasus penyakit flu burung populasi ternak unggas mengalami penurunan, disamping karena banyak yang mati juga karena karena adanya kebijakan pemusnahan ternak unggas untuk menghindari meluasnya penyakit flu burung. Hewan ternak yang juga menjadi komoditas unggulan adalah babi sadle back sebagai komoditi ekspor dan keunggulan sapi Bali terus dikembangkan dengan kawin suntik atau inseminasi buatan. Dengan usaha tersebut diatas membuat meningkatnya populasi ternak meliputi sapi 10.254 ekor tahun 2008 sedangkan untuk tahun 2009 mencapai 10.876, babi 37.665 ekor tahun 2008 sedang tahun 2009 mencapai 38.241 ekor dan ayam buras tahun 2009 mencapai 97.497 ekor, sedangkan ternak lainnya sangat jarang dan dalam jumlah relatif kecil. 

Sub sektor Perikanan masih berpotensi dalam menanggulangi kekurangan protein hewani penduduk dan wisatawan, dimana perairan yang ada cukup kaya akan jenis-jenis ikan laut, ikan air tawar dan payau. Untuk meningkatkan produksi ikan diarahkan pada usaha penangkapan pada perairan berpotensial dan peningkatan prasarana perikanan serta penyuluhan oleh petugas perikanan. Dari hasil penyuluhan tersebut dapat meningkatkan produksi perikanan dengan hasil sebagai berikut : produksi perikanan laut mengalami peningkatan tahun 2008sebanyak 326,73 ton sedangkan untuk tahun 2009 sebanyak 345,15 ton demikian juga untuk perikanan darat mengalami peningkatan dari 85,543 ton untuk tahun 2008 meningkat menjadi 87.241 ton tahun 2009. Untuk perikanan laut telah tersedia pelabuhan perikanan Benoa yang didukung oleh Armada penangakapan ikan sebanyak 902 buah berupa 94 perahu tanpa motor, 179 perahu tempel dan 629 kapal motor yang kesemuanya dilengkapi alat penangkap ikan. 
 

   B.   Sektor Pengairan
     Sumber-sumber air yang tersedia di Kota Denpasar berasal dari curah hujan, air permukaan dan air bawah tanah, yaitu persidian berupa air hujan 265.317 juta m3 / tahun, air aliran permukaan 153.954 juta m3/tahun dan air bawah tanah 36.574 juta m3/tahun. 

Mengenai air bersih hampir seluruh Kota Denpasar kebutuhannya dipenuhi oleh PDAM yang memanfaatkan debit air di sungai Ayung dan beberapa sumur bor. Produksi air minum tahun 2008 mencapai 35.397.760 m3 dan jumlah pelanggan air minum tahun 2008 mencapai 64.825 pelanggan, atau sekitar 64 persen 

Untuk mengatur sistim pengairan Pemda Kota Denpasar dan PU Peropinsi Bali telah memperbaiki saluran-saluran maupun sungai-sungai yang ada. Adaupun sungai-sungai yang telah dinormalisasi sampai tahun 2009 adalah : 
a. Perbaikan Tukad Mati sepanjang 5.650 m yang terdapat 4 bendungan. 
b. Pemeliharaan Tukad Badung panjang 12.500 m yang terdapat 4 bendungan.
c. Pemeliharaan Tukad Punggawa Kanan sepanjang 8.000 m yang terdapat 1 bendungan.
d. PemeliharaanTukad Teba sepanjang 11,200 m
e. Pemeliharaan Tukad Punggawa Kiri sepanjang 2.000 m
f. Pemeliharaan Tukad Pekaseh sepanjang 7.500 m
g. Pemeliharaan Tukad Rangda sepanjang 7.500 m
h. Pemeliharaan Tukad Loloan sepanjang 12.500 m
i. Pemeliharaan Tukad Oongan sepanjang 5.936 m
j. Pemeliharaan Tukad Abian Base sepanjang 7.465 m
 
   C.   Sektor Perdagangan, Koperasi dan Perbankan
    

Prasarana yang makin sempurna baik antar kota, pulau maupun internasional yang didukung oleh sarana perdagangan, pelabuhan termasuk kargo dan sarana lainnya yang cukup memadai sehingga kelancaran pertukaran barang tidak menemui hambatan. Pengembangan perdagangan, koperasi dan perbankan diarahkan untuk lebih memperlancar arus barang dan jasa, sehingga terciptanya keadaan dan perkembangan harga yang layak dan bersaing dalam rangka menunjang usaha peningkatan produksi perluasan lapangan kerja, peningkatan pendapatan serta pemanfaatan stabilitas ekonomi daerah. 

Jenis kegiatan perdagangan di Kota Denpasar dibedakan antara pasar umum, pertokoan dan pasar swalayan. Pasar umum ada 17 buah tersebar di empat kecamatan dengan jumlah pedagang mencapai 6.793 orang. Jumlah toko dan kios mencapai 5.056 buah sedangkan pasar swalayan sampai saat ini ada 18 buah. Sementara Pasar Tradisional sampai saat ini tercatat 39 buah. Pelaksanaan program ekspor Kota Denpasar menunjukkan hasil yang sangat bervariasi. Pada tahun 2009 total realisasi ekspor bernilai US$ 71.574.155,02 terdiri dari hasil kerajinan US$ 68.276.133,56 dan lain-lain 1.854.651,43. 

Pembangunan koperasi selama tiga tahun terakhir telah menunjukan berbagai keberhasilan yang amat berarti, baik ditinjau dari jumlah koperasi jumlah anggota koperasi maupun nilai usaha koperasi. Koperasi juga telah berperan aktif dalam kegiatan ekonomi rakyat serta dapat meningkatakan kesejahteraan para anggotanya. Sampai tahun 2009 jumlah KUD 4 unit, koperasi Konsumen 276 Unit, Koperasi Produsen 79, Koperasi Pemasaran 8 Unit, Koperasi Jasa 83 unit dan Koperasi Simpan Pinjam 69unit. 

Dalam rangka meningkatkan peranan dunia usaha, pemerintah turut memacu tercapainya iklim dunia usaha yang sehat untuk mendorong agar dunia usaha makin mampu berperan menciptakan struktur ekonomi yang kokoh dan saling menunjang, mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan serta hasil-hasilnya. Sampai dengan Desember 2009 telah dibina 35 kelompok usaha ekonomi desa (UED dan membangun 29 unit Pasar Desa. Sampai tahun 2009 telah terbentuk 34 buah LPD dari 35 Desa Pakraman yang ada. Sedangkan sejumlah bank yang ada baik bank pemerintah maupun swasta berjumlah 191 buah serta pengusaha kecil dan menengah berjumlah 393 unit usaha. 
 

   D.   Sektor Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi
    

Pengembangan kepariwisataan di Kota Denpasar tidak terlepas dari arah dan kebijaksanaan kepariwisataan Provinsi Bali yang mengembangkan pariwisata budaya dengan di dukung budaya Bali yang bernafaskan agama Hindu. Masalah-masalah yang berhubungan dengan kepariwisataan tidak terbatas pada kerajinan tangan, seni tari dan usaha komplementer, sedangkan di kota pengaruh itu adalah dalam bentuk pelayanan yaitu akomodasi, transportasi dan jasa-jasa lainnya. Langkah-langkah terarah dan terpadu terus ditingkatkan untuk mendukung kepariwisataan. 

Berdasarkan Perda Tk. I Bali No. 14 tahun 1989 sabagian urusan pemerintahan di bidang kepariwisataan telah diserahkan kepada pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang meliputi : 
- Urusan obyek wisata sepanjang tidak menjadi urusan pemerintah pusat dan Pemda Propinsi Bali. 
- Urusan usaha rekreasi dan hiburan umum kecuali diskotik dan rekreasi air. 
- Urusan bumi perkemahan. 
- Urusan promosi dalam wilayah. 
- Urusan mendala wisata. 

Tidak dapat dipungkiri kunjungan wisatawan tidak bisa lepas dari berbagai dampak, baik dari segi keamanan, teroris, isu kesehatan dan dan faktor lainnya. Hal ini kita dapat lihat pada tingkat kunjungan wisatawan yang mengalami fluktuasi.Kunjungan wisatawan asing dan domestik yang berkunjung ke Denpasar pada tahun 2009 sebanyak 1.674.896 orang. Tingkat hunian hotel sampai saat ini masih berkisar 65,35 %, Jumlah hotel pada akhir tahun 2009 tercatat 248 buah yang terdiri dari 23 hotel berbintang, 184 hotel melati dan 46 pondok wisata, jumlah kamar seluruhnya 7.982 kamar. Sarana kepariwisataan yang lain adalah : 

Panti pijat dan panti mandi uap sebanyak 36 buah. 
- Rumah makan dan cafe sebanyak 495 buah. 
- Biro perjalanan umum sebanyak 172 buah. 
- Toko kesenian termasuk art market 163 buah. 
- Money Changer sebanyaj 89 buah. 
- Pusat informasi kepariwisataan 3 unit. 
- Eksportir barang kesenian sebanyak 43 perusahaan. 
- Obyek wisata di kota Denpasar sebanyak 12 lokasi 

Adat dan budaya yang mendukung atraksi wisata antara lain : 
- Med-medan di Sesetan. 
- Ogoh-ogoh. 
- Busana Lelunakan. 
- Upacara Panca Yadnya. 
- Sekeha Gambuh di Br. Pedungan. 
- Sekeha Semar Pegulingan di Br. Binoh Ubung. 
- Sekeha Baris Cina di Desa Renon. 
- Sekeha Baris Ketekok Jago Kesiman. 
- Sekeha Gandrung di Ketapian Sumerta. 

Pelayanan Pos dan Giro saat ini sudah menjangkau seluruh wilayah Kota Denpasar. Pada tingkat desa/kelurahan tersedia masing-masing 1 Pos dan Giro tambahan. Untuk melayani masyarakat juga tersedia 12 unit mobil dinas Pos keliling, 10 unit sepeda motor dinas pos keliling kota dan 10 unit mobil sarana angkutan. Untuk pembangunan di bidang telekomunikasi juga mengalami peningkatan yang sangat pesat. Saat ini telah tersedia 95.987 sambungan induk, dengan 3 STO yaitu STO Tohpati, Benoa dan Monang-maning. Telepon koin 645 buah, telepon umum kartu berjumlah 254 buah serta 125 buah wartel. 
 

   E.   Pendidikan, Pemuda dan Olahraga
    

Pada akhir tahun tahun 2009 jumlah sekolah negeri di Kota Denpasar yaitu SD 218 Unit, SMPN sebanyak 12 unit dan SMAN/SMKN sebanyak 13 Unit. Sedangkan jumlah sekolah swasta untuk tingkat SD sebanyak 34 Unit, SMP 45 Unit dan SMA/SMK 35 Unit. Pembangunan dan peningkatan fasilitas sarana dan prasarana pendidikan baik itu berupa gedung sekolah maupun peningkatan proses belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan. Sedangkan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, tahun 2009 pemerintah telah merehab gedung SD sebanyak 17 unit, SMP sebanyak 4 unit, SMA sebanyak 2 unit dan SMK sebanyak 1 unit. 

Pembinaan dan pengembangan generasi muda diarahkan kepada terciptanya kader-kadar penerus perjuangan bangsa yang tangguh, terampil dan mampu bertanggung jawab terhadap setiap tantangan pembangunan bangsa. Pengembangan aktivitas , kreativitas dan kualitas generasi muda dilakukan seperti dengan pertukaran pemuda antar propinsi atau antar negara, nampak tilas jejak pahlawan dll. Jumlah karang taruna saat ini 34 buah.


Dibaca : 255 Pengunjung


Radio Streaming
Get the Flash Player to hear this stream.
Winamp iTunes BlackBerry Real One Android iPhone
Video Galery
Jajak Pendapat
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Kinerja Pelayanan Publik Pemkot Denpasar?
Statistik Pengunjung


13284948

Pengunjung hari ini : 179
Total pengunjung : 609892

Hits hari ini : 3087
Total Hits : 13284948

Pengunjung Online: 6