Kemenperin Siapkan 3 Skema Penuhi Permintaan SDM di Sektor Industri

  • 04 November 2019
  • Oleh: Denpasar Kota
  • Dibaca: 258 Pengunjung

Kementrian Perindustrian (Kemenperin) telah menyiapkan tiga skema untuk memenuhi permintaan SDM di sektor industri.
Ketiga skema tersebut meliputi pendidikan vokasi di level SMA, kemudian di level politeknik dan akademi komunitas, serta pelatihan vokasional. Skema ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rata-rata tenaga kerja di sektor industri yang setiap tahun diperkirakan mencampai 600.000-670.000 orang.

"Dalam hal ini kami turut ikut serta mendorong melalui perindustrian, misal sampai saat ini telah ada sebanyak  10 Politeknik, 2 Akademi Komunitas, 9 SMK. Serta telah memiliki 7 Balai diklat industri diseluruh Indonesia juga,” jelas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian RI, Eko S.A. Cahyanto, Jumat,(1/11) di Gedung Pusat Industri Kreatif Bali, Kota Denpasar, Bali.

Menurutnya, dengan skema yang ada jika berjalan lancar maka bisa menghasilkan sebanyak 400.000-500.000 orang tenaga kerja terampil. Hasil itu diperoleh dari politeknik dan SMK yang bisa menghasilkan 4.500 orang pertahun, kemudian Balai Diklat Industri menghasilkan 70.000 orang per tahun.

Selain itu Ia juga sudah memnfasilitasi kerja sama SMK dengan industry. Saat ini sudah sekitr 2.300 SMK kerja sama dengan 800 industri yang dapat menghasilkan sekitar 40.000 orang pertahun. Apabila digabungkan maka totalnya mencapai 400.000-500.000 orang per tahun.

Industri yang menjadi prioritas kemenperin untuk menuju 4.0 adalah industry adalah makanan minuman, kemudian tekstil dan produk, otomtofi dan kimia bio kimia dan terakhir adalah elektronik. Kelima industry ini mencerminkan 60 persen pdb dari sektor industri 60 persen tenaga kerja sektor industri kemudian 60 persen kontribusi sektor ekspor makanya kelima industri kita dorong jadi champion.

“Kami punya 7 BDI yang kompetensi berbeda makanya kita dorong kompetensi diperkuat seperti di BDI Denpasar. Disini dilatih tenaga kerja industri kemudian ada inkubator bisnis,” jelasnya.


  • 04 November 2019
  • Oleh: Denpasar Kota
  • Dibaca: 258 Pengunjung

Kawasan Bisnis Terkait Lainnya