Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku; Cita Rasa Sama Selama Empat Dekade

  • 03 Maret 2020
  • Oleh: Denpasar Kota
  • Dibaca: 748 Pengunjung

Nasi campur bali merupakan salah satu kuliner khas yang paling diburu wisatawan. Ada banyak destinasi kuliner yang bisa dituju untuk menikmati nasi campur bali ini. Sebagian, memang sengaja tidak menyediakan menu babi agar para wisatawan yang tidak memakan babi bisa menikmatinya. Salah satu yang direkomendasikan adalah Nasi Ayam Kedewatan.

Tempat makan satu ini cukup melegenda. Bagi wisatawan asing maupun lokasl yang berwisata ke Bali, tentu sudah tidak asing lagi dengan menu nasi ayam ini. Nasi Ayam Kedewatan Ubud adalah satu destinasi kuliner yang wajib dicoba jika berlibur ke Bali. Seperti apa keunikan Nasi Ayam Kedewatan sehingga mampu bertahan sejak tahun 1970-an?

Saat ini, untuk menikmati nasi ayam yang didirikan oleh Ibu Mangku ini, pelanggan ataupun wisatawan yang datang ke Bali tidak perlu lagi pergi ke Ubud, Gianyar. Sebab, Nasi Ayam Kedewatan Ubud sudah ada di Denpasar. Lokasinya di Jalan Tukad Badung No 11 Renon Denpasar.

Sang Putu Putra, generasi kedua dari bisnis Nasi Ayam Ibu Mangku yang dulu didirikan oleh Sang Ayu Mangku menyebutkan jika nasi ayam Ibu Mangku ini adalah adalah bisnis keluarga yang pertama kali dirintis oleh Ibu Mangku yang berlokasi di Desa Kedewatan Ubud. “Nasi ayam ini sudah ada sejak tahun 1970-an lalu,” jelasnya.

Untuk menu sendiri, Nasi Ayam Kedewatan Ubud, ini memang cukup khas, bisa dikatakan menu makanan ini berbeda jika dibandingkan dengan menu nasi ayam pada umumnya. Warung Nasi Ayam Ibu Mangku Kedewatan memiliki menu khas yaitu ayam suwir, ayam betutu, dan sayur urap.

Ayam suwir di nasi ayam Ibu Mangku ini cukup khas, karena berbeda dari nasi ayam pada umumnya. Ayam suwirnya berukuran lebih besar jika dibandingkan dengan ayam suwir di tempat lain.

Ukuran ayam suwir  yang besar ini dikatakan Sang Putu memang menjadi ciri khas dari nasi ayam Ibu Mangku. “Sejak awal ukuran ayam suwir memang dibuat besar-besar, sehingga sampai saat ini kami tetap pertahankan ayam suwir seperti ini, inilah yang menjadi ciri khas dari nasi ayam kami,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan warna merah pada ayam suwir ini, ayam suwir khas Ibu Mangku menggunakan bumbu yang terbuat dari cabai merah keriting yang dicampurkan dengan beberapa jenis bumbu rempah lainnya, seperti merica, ketumbar, bawang merah dan bawang putih.

Selain ayam sisit, nasi Ayam Kedewatan Ubud ini juga memiliki ciri khas tersendiri, yakni menggunakan lauk ayam betutu yang kaya bumbu. Ayam betutu ibu Mangku ini juga berbeda dari ayam betutu lainnya, karena ayam betutu ini menggunakan daging ayam merah.

Penggunaan daging ayam merah ini dikatakan Sang Putu, karena daging ayam merah memiliki cita rasa ayam yang kuat. Hal ini dikatakannya karena daging ayam merah memiliki tekstur daging yang lebih keras jika dibandingkan dengan daging ayam boiler. Sehingga ketika dimasak dalam waktu lama, daging ayam ini tidak hancur. 

Selain menggunakan daging ayam merah yang berumur  hampir satu tahun, untuk mendapatkan cita rasa daging yang lebih nikmat, Sang Putu pihaknya juga menggunakan beragam jenis bumbu-bumbu khas bali atau yang dikenal dengan nama basa genap.

Satu porsi Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku berisi ayam suwir, sambal, ayam goreng kering, kacang goreng, sayur urap,telur pindang, dan sate lilit. “Selain itu pelanggan juga mendapatkan satu porsi kuah ayam, yang merupakan kuah dari proses perebusan ayam betutu,” paparnya.

Untuk melengkapi rasa, selain kacang tanah goreng, dalam sepiring nasi ayam ini juga dilengkapi dengan kerupuk kulit ayam. Sehingga acara bersantap jauh lebih semarak dan rasa gurih dari kerupuk kulit ayam ini melengkapi rasa pedas dari nasi ayam Ibu Mangku ini. 


  • 03 Maret 2020
  • Oleh: Denpasar Kota
  • Dibaca: 748 Pengunjung

Kawasan Bisnis Terkait Lainnya