Dirumahkan Karena Corona, Bagiana Banting Setir Bisnis Telur

  • 07 April 2020
  • Oleh: Denpasar Kota
  • Dibaca: 776 Pengunjung

Meluasnya wabah virus corona di Bali telah berdampak ke berbagai sektor, bukan hanya sektor pariwisata namun hampir semua sektor usaha. Pemerintah mulai menghimbau masyarakat untuk melakukan social distancing dan isolasi diri di dalam rumah guna mengurangi penyebaran virus. Oleh karena itu, beberapa usaha pun mulai lesu, dan beberapa perusahaan sudah merumahkan karyawannya.

Wayan Bagiana adalah salah satu yang mengalami dampak buruk dari mewabahnya Corona. Karyawan di sebuah perusahaan di Sanur ini dirumahkan tanpa ada kepastian dan tidak mendapatkan gaji.

“Sejak awal Maret, kami dirumahkan dan tidak ada kejelasan kapan bisa kerja lagi dan selama ini kami sudah tidak menerima gaji,” terang Bagiana yang tinggal di kawasan Nusa Indah Denpasar.

Karena sudah tidak mendapatkan penghasilan tetap, agar tetap bisa menghidupi keluarganya Bagiana banting stir menjalani bisnis jualan telur. Dari bisnis yang dijalani sekitar satu bulan ini, rata-rata dia bisa menjual telur sampai 30 krat perhari. Harga per krat Telur Kecil 34 ribu, Telur Tanggung 38 ribu dan Telur Besar 44 ribu.

“Semenjak dirumahkan, sekarang saya full jualan telur, sementara saya melayani pemesanan di seputaran Denpasar saja, kalau agak jauh saya tambahkan ongkos kirim 10 ribu kalau hanya dekat ongkosnya 2 ribu,” jelas Bagiana yang alumni SMA Negeri 2 Denpasar ini.

Kini sebagai suplier telur dangan brand EGOO! Bagiana tidak lagi menyesali dampak dari virus Corona yang sampai dia kehilangan pekerjaan tetapnya, bahkan usahanya akan dia kembangkan lebih luas lagi.

“Saya meyakini, dalam kondisi wabah ini, bisnis yang tetap bisa eksis adalah bisnis makanan, jadi selain telur, saya akan menjual  beras, sayur dan kebutuhan pokok lainnya, untuk order bisa WA saya di 0819-9998-0654,” pungkas Bagiana.


  • 07 April 2020
  • Oleh: Denpasar Kota
  • Dibaca: 776 Pengunjung

Kawasan Bisnis Terkait Lainnya