Denpasar Berpotensi Kembangkan Wisata Warisan Budaya

  • 15 Januari 2020
  • Oleh: Denpasar Kota
  • Dibaca: 671 Pengunjung

Denpasar berpotensi mengembangkan heritage tourism atau wisata warisan budaya dengan cara merancang Denpasar  Heritage  Track  (DHT). Perancangan Denpasar  Heritage  Track  dapat menjadi jalan dalam upaya mendukung   program Denpasar city   tours.

Potensi heritage tourism Denpasar ini terungkap dalam sebuah artikel ilmiah dengan judul “Denpasar heritage track’: Revitalisasi paket wisata Denpasar city tour” yang dipublikasikan dalam Jurnal Kajian Bali Volume 07, Nomor 02,  tahun 2017. Potensi tersebut didukung dengan adanya bangunan warisan budaya seperti Museum  Bali  yang  dibangun pemerintah kolonial Belanda secara bertahap pada tahun 1910 dan dibuka untuk umum 1932; beberapa pura, seperti Pura Maospahit dan Pura Belanjong; Puri Pemecutan dan Puri Jero Kuta, Art Centre Denpasar  yang  dibangun  pada  tahun  1970-an,  dan  Monumen Perjuangan  Rakyat  Bali  Bajra  Sandhi  di  Renon  yang  dibangun pada   tahun   1980-an.

Para peneliti dari Universitas Udayana yang terdiri dari I Nyoman Darma Putra, Syamsul Alam Paturusi dan Widiastuti memberikan analisis bahwa Pembentukan  paket  dapat menjadi jalan dalam  upaya  mendukung  dan memperkuat citra Kota Denpasar  sebagai  Kota  Pusaka,  kota  kreatif  berwawasan  budaya. Terdapat dua  paket  yang  dapat dibuat  sebagai  rintisan  adalah  DHT Sanur  dan DHT Denpasar. Kedua paket disusun dengan memperhatikan daya tarik objek, aksesibiltas, lokasi, dan durasi waktu yang diperlukan untuk sebuah tur yang bisa dilaksanakan tiga jam.

Opsi Paket DHT Sanur dimulai dari dan berakhir di Hotel Bali Beach,  sementara  tempat  yang  dikunjungi  adalah  Cagar  Budaya Prasasti Belanjong, Pasar Intaran, Monumen Bajra Sandhi, Museum Le  Mayeur,  dan  kembali  ke  Hotel  Inna  Grand  Bali  Beach.  Opsi Paket DHT berangkat dari Bali Hotel untuk melihat patung Catur Muka, monumen Puputan Badung, Pura Jagatnatha, mengunjungi Museum  Bali,  lalu  ke  Puri  Agung  Jero Kuta,  kemudian  Cagar Budaya  Pura  Maospait,  dan  melalui  Jalan  Gajah  Mada  untuk kembali ke Bali Hotel.

Langkah ini dinilai tidak  saja  akan  memberikan  pendapatan dari objek yang dikunjungi, biro perjalanan dan pemandu wisata, tetapi  juga  menambah  pengalaman  berwisata  para  wisatawan  di Kota Denpasar dengan mengunjungi daya tarik heritage. Jika  kelak  berhasil, 

tiap-tiap jalur mungkin  bisa  disiapkan kegiatan  yang  dapat menambah pengalaman  berwisata  wisatawan, misalnya  paket  menari  di Puri  Jero Kuta  atau  Museum  Bali,  atau berbelanja  membeli  bahan  masakan  di  pasar  untuk  kemudian dimasak  di  hotel  dalam  paket cooking  class yang  menjadi  paket wisata tambahan


  • 15 Januari 2020
  • Oleh: Denpasar Kota
  • Dibaca: 671 Pengunjung

Datang & Kunjungi Terkait Lainnya