Ogoh Ogoh Banjar Kangin

  • 04 Maret 2019
  • Oleh: Berita Bali
  • Dibaca: 432 Pengunjung

Ketika samudra menampakan kemarahan dan melahirkan keburukan (kala) karena perilaku yang tak sepatutnya dilakukan di samudra..


Dalam kitab Kala Tatwa diceritakan, pada waktu Dewa Siwa sedang melakukan perjalanan dengan Dewi Uma di tepi laut, "air mani" Dewa Siwa menetes ke laut ketika melihat betis Dewi Uma karena angin berhembus menyingkap kain Sang Dewi. Dewa Siwa ingin mengajak Dewi Uma untuk berhubungan badan, namun Sang Dewi menolaknya karena prilaku Dewa Siwa yang tidak pantas dengan prilaku Dewa-Dewi di kahyangan. Akhirnya mereka berdua kembali ke kahyangan. 


Air mani Dewa Siwa menetes ke laut kemudian lahirlah seorang Raksasa yang menggeram-geram menanyakan siapa orangtuanya. Atas petunjuk dari Dewa Baruna sang penguasa lautan, raksasa itu mengetahui bahwa Dewa Siwa dan Dewi Uma adalah orangtuanya.
Sebelum Dewa Siwa mengakui raksasa tersebut sebagai putranya, terlebih dahulu ia harus memotong taringnya yang panjang agar dapat melihat wujud orangtuanya seutuhnya. Akhirnya syarat tersebut dipenuhi. Sang raksasa dapat melihat wujud orangtuanya seutuhnya. Sang raksasa diberkati oleh Dewa Siwa dan diberi gelar Bhatara Kala.


  • 04 Maret 2019
  • Oleh: Berita Bali
  • Dibaca: 432 Pengunjung

Seni Budaya Terkait Lainnya