Beritabali.com, DENPASAR. Warga Denpasar, terutama di kawasan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali, mungkin tidak asing lagi dengan tempat wisata berbasis lingkungan (ekowisata) Subak Sembung. Ya, Sejak sekitar setahun lalu, warga di Denpasar bisa menikmati tempat jalan-jalan di pematang sawah ini.
Seperti subak pada umumnya, penataan sawah di daerah ini dilakukan secara tradisional. Dengan luas hampir 115 hektar, semuanya merupakan hasil garapan sekitar 200 orang petani. Berbagai macam tumbuhan dikembangkan, mulai dari padi, sayur-mayur, buah-buahan, tumbuhan obat, hingga bunga untuk keperluan persembahyangan.
Mewakili satu dari sedikit areal persawahan tersisa di Denpasar, Ekowisata Subak Sembung juga kerap dijadikan tempat edukasi bagi para murid sekolah, terutama Taman Kanak-Kanak.
Dapat Dikatakan Tujuan daripada ekowisata ini adalah tidak hanya di jadikan sebagai jogging track ataupun rekreasi semata yang terpenting adalah untuk dapat memotivasi generasi muda akan pentingnya keberadaan subak agar kedepannya subak dapat terus dilestarikan keberadaannya. Dan juga memberi pesan moral kepada generasi muda pentingnya menjaga sawah atau sistem irigasi Subak.
Editor : I Komang Robby Patria