Beritabali.com, DENPASAR. Di masa pandemi seperti ini memang banyak bermunculan UMKM baru atau yang biasa disebut usaha rumahan. Hal tersebut di latar belakangi karena tingginya tingkat PHK dan banyaknya pekerja yang di rumahkan untuk sementara.
Berawal dari kecintaan dan hobby, Ketut Sarini nama akrabnya, seorang ibu rumah tangga membuka peluang usaha di bidang merajut. Ketut sarini merupakan seorang ibu rumah tangga, yang bekerja di salah satu usaha garmen yang ada di kota denpasar.
Akan tetapi, saat ini Ketut Sarini sedang mengalami kondisi yang sulit karena dampak pandemi Ketut Sarini merupakan salah satu pekerja yang sedang di rumahkan, dari situasi sulit yang saat ini ia alami Ketut Sarini berinisiasi untuk menjadikan hobinya sebagai peluang usaha.
Hobi yang dijadikan peluang usaha oleh Ketut Sarini adalah merajut. Ketut Sarini bercerita bahwa ia sangat suka merajut, bahkan di sela-sela kesibukannya saat masih bekerja ia masih menyempatkan waktu untuk melakukan hobinya. Ketut Sarini juga menceritakan awal mula ia belajar merajut, ia merajut dari tahun 1981 sampai saat ini.
Pertama kali ia belajar merajut dari salah satu mata pelajaran yang ia dapat di sekolah menengah pertamanya, mata pelajar yang ia maksud adalah PKK (Pendidikan Keterampilan Khusus). Sampai saat ini Ketut Sarini sudah menghasilkan beberapa jenis produk rajutan, seperti baju, masker, dan lain-lain dangan motif rajutan yang berbagai macam.
Harga rajutan Ketut Sarini ini sangat terjangkau mulai dari Rp.3.000-15.000. Di akhir diskusi Ketut Sarini juga menceritakan omzet yang di dapat per harinya yaitu kurang lebih Rp. 50.000.00 per hari.
Bagi yang berminat untuk merajut bisa langsung menghubungi Ketut Sarini (087862783575).
Penulis : I Gede Sulastrawan
Editor : I Komang Robby Patria