Menu

Pura Agung Jagatnatha Tempat Persembahyangan Warga Hindu di Kota Denpasar

  • Senin, 23 November 2020
  • 4206x Dilihat

Beritabali.com, DENPASAR. Masyarakat Hindu Kota Denpasar tentunya tak lepas dari kewajiban untuk bersembahyang di Pura. Salah satu Pura yang terkenal di Kota Denpasar adalah Pura Agung Jagatnatha.

Terletak di jantung kota Denpasar, tepatnya di sebelah timur Lapangan Puputan Badung dan Titik Kilometer Nol Kota Denpasar, membuat letak Pura Agung Jagatnatha sangat strategis untuk dikunjungi.

Bangunan Padmasana setinggi 15 meter ini dibangun dengan menghadap ke arah barat dan berpatokan dengan arah kaja-kangin (utara-timur-red), yang mengarah ke arah Gunung Agung.

Sehingga dipercaya sebagai tempat berstananya Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Pembangunan Pura Agung Jagatnatha ini berawal dari banyaknya pendatang agama Hindu yang tinggal di Kota Denpasar, namun tidak memiliki tempat ibadah seperti sanggah/merajan.

Tepat pada tanggal 13 Mei 1948, akhirnya Pura Agung Jagatnatha diresmikan dan dibuka untuk kegiatan persembahyangan umat Hindu di Kota Denpasar.  Tak heran jika Pura Agung Jagatnatha selalu ramai dikunjungi masyarakat Hindu, terutama masyarakat pendatang Hindu yang tinggal atau menetap di Kota Denpasar.

Dengan melakukan persembahyangan setiap hari suci umat Hindu, seperti Purnama, Tilem, Galungan, Kuningan, dan lain sebagainya. Padmasana tertinggi dan terbesar di Kota Denpasar ini terbuat dari batu karang putih dan pada bagian menara terdapat ukiran wajah dan tangan Bhoma (anak bumi).

Konon ukiran ini dipercaya dapat mengusir roh-roh jahat agar tidak mengganggu kesakralan pura. Tak seperti Pura Kahyangan Jagat lainnya yang memiliki 3 halaman (Nista Mandala, Madya Mandala, dan Utama Mandala), Pura Agung Jagatnatha hanya memiliki satu halaman Pura yang sangat luas.

Terdapat juga beberapa pelinggih seperti pelinggih Dalem Karang, Pelinggih Ratu Niang, dan Pelinggih Ratu Made. Ada pula bangunan Bale Paselang, Bale Gong, Bale Kulkul, Pemiyosan, pemedal agung yang berupa bangunan Kori Agung, serta bangunan candi bentar.

 

Penulis : Putu Arina Hermarani
Editor   : I Komang Robby Patria